Home FILM Tak Mudah Membuat Komedi Satir Yang Berhasil

Tak Mudah Membuat Komedi Satir Yang Berhasil

Film Outcome [2026] - Tayang di Apple TV

2
0
SHARE
Tak Mudah Membuat Komedi Satir Yang Berhasil

Tahun 2025. Ernest Prakasa kembali duduk di kursi sutradara. Kali ini ia membesut film berjudul Lupa Daratan yang diniatkan sebagai komedi satir yang memotret apa yang terjadi di industri film tanah air.

Tapi memang tidak mudah membuat komedi satir yang berhasil. Pondasi yang menjadi bagian terpenting dari film, dari genre apapun, adalah skenario. Dan ini yang tak dipunyai oleh Lupa Daratan. Alih-alih membuat penonton tertawa dengan sindiran yang seringkali pedas, Lupa Daratan justru menampilkan alur yang terlalu bertele-tele dengan comedic timing yang seringkali tak pas. Boleh saja Lupa Daratan dianggap berhasil menyindir namun ia belum berhasil membuat sindiran itu sekaligus menjadi komedi yang tepat sasaran.

Ernest bukan satu-satunya sineas yang mencoba komedi satir namun belum berhasil. Tahun ini aktor sekaligus sutradara, Jonah Hill, juga merilis film bergenre komedi satir yang juga memotret industri film di Hollywood. Outcome menjadi etalase bagi Jonah untuk bercerita banyak hal, mulai dari soal cancel culture, narsisme hingga upaya pencucian dosa. Dalam film yang berdurasi hanya 84 menit semuanya terasa sesak lagi-lagi karena tak didukung oleh skenario cemerlang.

Outcome bercerita tentang Reef Hawk yang baru saja ke luar dari panti rehab akibat ketergantungan narkoba. Reef punya reputasi jempolan: sebagai aktor paling disukai sejagat. Reputasinya tanpa cela, semua orang memujanya, semua orang ingin bekerjasama dengannya, semua orang ingin berteman dengannya kecuali orang-orang yang betul-betul dikenalnya di dunia nyata.

Suatu hari sebuah ancaman datang dari pengacara krisisnya, Ira [diperankan sendiri secara over-acting oleh Jonah]. Ancaman yang datang dari masa lalu berupa rencana pengungkapan sebuah video yang diyakini akan menggores reputasi cemerlang Reef. Sejak ke luar dari panti rehab, kita melihat bagaimana Reef sangat berupaya mengontrol apapun yang terjadi dalam hidupnya. Ketergantungan narkoba yang dijalaninya bertahun-tahun entah dengan cara bagaimana bisa ditutupi sehingga sama sekali tak bocor ke media. Maka ancaman itu bagai petir di siang bolong bagi Reef. Ia selalu menganggap dirinya tak tercela, yang berusaha baik ke semua penggemarnya, namun mengapa ancaman itu bisa terjadi?

Maka Ira menyarankan Reef untuk membuat daftar siapa saja yang kiranya pernah dibuatnya marah dan bisa jadi membuatnya melakukan ancaman itu. Reef yang selalu merasa semesta berpusat di dirinya hanya memikirkan sejumlah orang. Begitupun kedua sahabatnya yang setia, Kyle [Cameron Diaz] dan Xander [Matt Bomer – dengan penampilan mengesankan]. Reef baru tersadar betapa banyak yang tak menyukainya ketika asistennya bersuara. Mau tak mau ia memang harus melakukan tur minta maaf: menemui sejumlah orang, meminta maaf dengan sebisa mungkin tulus dan mencoba mengorek apakah orang yang dimaksud yang melakukan ancaman padanya.

Premis Outcome sesungguhnya sangat sederhana dan sangat jelas sejak awal. Namun menjadi sebuah kekacauan ketika keinginan sutradara terlalu banyak yang seringkali tak linier dan membuat alur ceritanya ngalor ngidul bertele-tele. Persis seperti Lupa Daratan. Ini akan menjadi komedi satir yang menohok jika Jonah tak mencoba terlalu keras untuk melucu dan tak terlihat berusaha keras untuk menyindir. Persis seperti Lupa Daratan. Biarkan skenario bekerja secara alamiah menemukan kekuatan-kekuatan terbaiknya dan mengeliminasi hal-hal yang bisa menjadi kelemahannya. Karena secara premis, saya suka sekali dengan film Outcome ini. Apalagi karena batas antara realita dan fiksi sengaja dikaburkan dengan pemilihan cerdik Keanu Reeves sebagai Reef.

Kita tahu Keanu adalah salah satu bintang paling disukai sejagat. Tak banyak tingkah, cenderung menghindari media sosial, banyak menghabiskan hartanya untuk kerja-kerja sosial dan tak pernah terlihat bermewah-mewahan. Saya mengerti alasan Jonah memilih Keanu karena kedekatan karakternya. Kita bisa dengan mudah menyukai, bersimpati dengannya dan melihatnya sebagai korban. Meskipun di sebuah adegan yang menohok, mantan pacar yang merasa sering diperlakukan tak adil olehnya melontarkan sebuah dialog pelan tapi menusuk. “You’re not a good person. And it’s not always about you.” Sebagaimana banyak bintang, baik di Amerika maupun di Indonesia, punya kecenderungan narsistik kronis dan ternyata Reef yang bereputasi tak tercela itu pun mengalaminya.

Dengan semua kekacauan yang terjadi departemen skenario juga penyutradaraan, anehnya kita melihat para aktor yang bermain di Outcome masih bisa tampil bersinar. Mulai dari Keanu yang bisa tampil emosional dan reflektif, Matt Bomer yang terlihat seperti memerankan dirinya sendiri hingga sutradara auteur, Martin Scorsese, yang menjadi mantan manajer Reef. Outcome masih jauh lebih menarik dari Lupa Daratan karena banyak menyodorkan moment of truth, sebuah momen yang membuat karakter utama kita tersadar bahwa selama ini cara pandangnya terhadap hidup bisa jadi tak benar. Kita juga melihat persahabatan tulus sejak SMA dari Reef-Kyle-Xander yang sudah jarang sekali disorot dalam sebuah film.

Memang tak mudah membuat komedi satir yang berhasil. Tapi kita selalu bisa belajar dari mereka yang berani mencoba seperti Ernest dan Jonah.

 

OUTCOME

Produser: Matt Dines, Alison Goodwin, Jonah Hill

Sutradara: Jonah Hill

Penulis Skenario: Jonah Hill, Ezra Woods

Pemain: Keanu Reeves, Cameron Diaz, Matt Bomer

Video Terkait: