Tahun 1986. Joan Rivers membuat sejarah dengan menjadi [komedian] perempuan pertama yang membawakan acara bincang-bincang televisi larut malam. Programnya The Late Show with Joan Rivers lantas bertransformasi menjadi The Joan Rivers Show dan mengudara pada 1989-1993.
Joan dikenal luas karena personanya yang blak-blakan, tak takut mengkritik sesama selebritas dan juga politisi dan akhirnya seringkali menjadi kontroversi. Bertahun-tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 2017, majalah Rolling Stone menempatkannya di posisi ke-6 dalam daftar 50 Stand-Up Comedian Terbaik Sepanjang Masa.
Trio kreator Lucia Aniello, Paul W Downs dan Jen Statsky meluncurkan serial Hacks di tahun 2021. Sebuah serial yang menempatkan komedian perempuan sebagai karakter utama bernama Deborah Vance dengan sekelumit kisah yang bisa dibilang mirip dengan yang dialami Joan. Tapi Hacks tentu saja bukan biopik karena Deborah adalah tokoh fiksi dan nantinya memilih fokus ceritanya pada hubungan rumit antara Deborah dengan penulisnya, Ava Daniels.
Di musim pertamanya yang gemilang, Hacks mendemonstrasikan bagaimana seharusnya serial komedi bekerja dengan baik. Ia tak perlu komedian untuk memainkannya dan tak perlu memaksakan diri untuk terlihat lucu dari seharusnya. Hacks bekerja dengan baik pada skenario yang dengan brilian memotret dinamika dua perempuan yang saling membutuhkan namun berupaya keras untuk mencari titik temu agar hubungan mereka bisa bertahan lama. Deborah membutuhkan Ava agar ia bisa mencari suaranya di tengah dunia modern yang cepat sekali berubah. Dan Ava memerlukan Deborah untuk menegaskan dirinya adalah penulis komedi yang baik yang tahan banting.
Dan dalam proses mencari titik temu inilah kelucuan-kelucuan dimunculkan secara alamiah. Kita tak lagi sekedar melihat dua perempuan yang saling membutuhkan, kita juga melihat dua perempuan yang mencoba saling membuka diri. Tak sekedar lucu Hacks juga sesekali mengharukan melihat hubungan Deborah dan Ava melintasi kosa profesionalisme. Dari pertemanan telah menjadi keluarga. Dan dua teman perempuan dari dunia komedi ini kini bekerja melawan dunia.
Dalam musim kelima yang sudah mengudara sebanyak 7 episode di HBO Max kita melihat bagaimana Deborah berjuang melawan kesewenang-wenangan bos jaringan televisi, Bob Lipka. Setelah membuat ulah demi membela Ava di acara bincang-bincangnya sendiri, Deborah harus menerima pil pahit. Ia harus menghadapi cancel culture, sesuatu yang tak pernah dibayangkannya. Ia di-cancel bukan karena melakukan sesuatu yang buruk atau melawan hukum, ia di-cancel justru karena menyuarakan kebenaran.
Maka dengan dirinya tengah menghadapi situasi hukum yang ketat membuat Deborah mencari jalan untuk memenangkan kebebasannya kembali. Dan ia ingin melakukan dalam sebuah pertunjukan tunggal di Madison Square Garden yang monumental. Dan Ava memutuskan tetap terus berada di sampingnya.
Yang menarik dari Hacks adalah ia mencoba membongkar apa yang selama ini sudah menjadi rahasia umum. Bahwa ada perlakuan berbeda antara komedian laki-laki dan perempuan. Ada lebih banyak hambatan yang harus dihadapi komedian perempuan agar bisa sejajar. Dan terutama tentang bagaimana komedian perempuan bisa mendapatkan lebih banyak respek dari masyarakat.
Joan Rivers sudah menjadi perintis dan membuka pintu itu untuk lebih banyak lagi komedian perempuan memasukinya tanpa perlu lagi mengetuknya. Dalam dunia fiksi, Deborah berjuang susah payah sekuat tenaga untuk mendapatkan kebebasannya kembali. Ada harga mahal yang harus dibayar oleh para perintis dan pewaris perlu menghargainya dan melakukan hal-hal yang lebih berdampak pada dunia komedi.

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](http://resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY