Home FILM Semua Jalan Mengarah Ke Afganistan

Semua Jalan Mengarah Ke Afganistan

Film Fuze [2025]

38
0
SHARE
Semua Jalan Mengarah Ke Afganistan

Tahun 2023. Sutradara asal Inggris, Guy Ritchie, mengagetkan publik dengan filmnya yang konvensional namun berhati besar, The Covenant.

Dalam film yang terinspirasi dari kisah nyata itu, Guy menyingkirkan segala ciri khas penyutradaraannya dan memilih bercerita dengan jernih. Dan kita berkenalan dengan 2 karakter yang sama-sama terikat satu sama lain dengan cara yang tak pernah kita bayangkan di sebuah negara yang sudah puluhan tahun mengalami pertempuran: Afganistan.

Dalam The Covenant kita berkenalan dengan tentara Amerika bernama John Kinley dan penerjemah lokal, Ahmed. Ada suatu masa di mana John diselamatkan Ahmed dan berhasil dipulangkan ke Amerika. Namun tiba saatnya sebuah masa di mana John harus kembali ke Afganistan untuk menyelamatkan Ahmed.

Sutradara David Mackenzie sebenarnya bisa melakukan yang dilakukan Guy untuk film terbarunya, Fuze. Ia bahkan punya bangunan cerita yang solid: sebuah perampokan yang dirancang di tengah ancaman bom meledak di tengah kota London. Sayangnya David tak melakukannya. Ia tak melakukan pengembangan karakter dengan baik sehingga kita sebagai penonton berempati pada mereka dan melihat film bukan sebagai sebuah peristiwa melainkan sebagai studi karakter dan relasi dari tiap manusia di dalamnya.

Fuze dibangun dengan materi cerita super menarik. Sebuah bom aktif ditemukan di sebuah lokasi konstruksi. Will Tranter, spesialis penjinak bom, pun diterjunkan. Sebagian kota dievakuasi agar ketika bom meledak hanya akan melahirkan kerusakan minimal. Namun sebenarnya ini adalah sebuah upaya pengalihan dari sebuah perampokan bank yang diotaki oleh George Karalis. Lantas ada seorang karakter, Rahim, yang seakan disengaja untuk tak menarik perhatian namun lama-lama kita tahu bahwa dengan cara tertentu ia mungkin terlibat.

Dalam durasinya yang “cuma” 98 menit itu, David memilih berfokus pada 2 hal: penjinakan bom dan perampokan yang lantas hilang kendali. Sayangnya karena tak ada perkembangan karakter maupun upaya mengeksplorasi latar belakangnya membuat ketegangan yang dibangun David perlahan menjadi membosankan. Karena kita tak pernah dikenalkan David dengan baik ke Will, George dan Rahim, kita tak peduli apapun dengan mereka. Sekali lagi kita perlu menyadari film itu bukan tentang peristiwa tapi selalu tentang orang-orang yang terlibat di dalamnya. Mau sedetil apapun peristiwa disajikan jika tak ada koneksi dengan orang-orang di dalamnya tentu saja akan membuat filmnya tak memiliki emosi maupun kedalaman. Dan menonton Fuze mencuatkan rasa itu.

Bisa saja David berniat tak ada pengembangan karakter sebagai upaya melakukan plot twist. Tapi jika kita tak peduli dengan karakter-karakternya, mengapa pula kita perlu peduli pada plot twist?

Akhirnya memang cukup banyak adegan hingga dialog yang terasa hambar. Dialog penting seperti “semua jalan mengarah ke Afganistan” seharusnya menjadi pintu bagi David untuk bercerita lebih detil. Bagian ini mungkin perlu tambahan beberapa menit dan rasanya penonton tak keberatan menonton film berdurasi 2 jam yang dikembangkan dengan baik. Di bagian ini David bisa bercerita dengan sabar bagaimana pertalian para karakter, bagaimana mereka bertemu, bagaimana kelak mereka bersahabat dan tetap terkoneksi selama bertahun-tahun dan lantas melakukan sesuatu yang mereka anggap penting untuk dilakukan.

Sebuah film tak bisa cuma dipenuhi aksi namun tanpa emosi.

pelor88

 

kota88

 

 

sapporo88

 

 

lembah88

 

 

pas88

 

 

target88

 

 

target88

 

 

https://ideunikcorp.com

 

 

angkot88

 

 

Video Terkait: