Home SERIAL Akankah Aktor Muslim Pakistan Menjadi James Bond Berikutnya?

Akankah Aktor Muslim Pakistan Menjadi James Bond Berikutnya?

Serial Bait [2026] - Tayang di Prime Video

8
0
SHARE
Akankah Aktor Muslim Pakistan Menjadi James Bond Berikutnya?

Tahun 2021. Setelah bermain sebagai James Bond di 4 judul sebelumnya, Daniel Craig akhirnya menuntaskan perannya sebagai agen rahasia dengan kode 007 itu di film No Time to Die.

Dan sepeninggal Daniel, tentu saja pertanyaan terbesarnya adalah siapa yang akan menjadi James Bond berikutnya? Pertanyaan ini bagaikan bola panas yang terus menyambar ke mana-mana. Kini yang dipertimbangkan tak sekedar aktor kulit putih. Di jaman di mana diskriminasi rasial masih terus diperjuangkan mengemuka ide untuk mempertimbangkan pemeran James Bond dari ras lainnya.

Nama aktor asal Inggris, Idris Elba, pun mencuat. Secara fisik ia dianggap memenuhi kriteria. Selain punya kualitas akting baik, ia juga berpostur tinggi besar, ganteng dan karismatik. Tapi di tahun 2026 ini, Idris punya kompetitor tangguh. Sama-sama muslim sepertinya, juga sama-sama berasal dari Inggris. Perkenalkan Shah Latif.

Shah Latif adalah nama karakter utama di serial terbaru yang tayang di Prime Video berjudul Bait. Riz Ahmed, peraih piala Oscar dan juga BAFTA, menjadi kreator serial ini sekaligus menjadi pemeran utama. Bait adalah serial dengan sudut pandang sangat segar: menceritakan aktor kurang terkenal dari komunitas muslim Pakistan di Inggris yang sedang berjuang untuk menjadi James Bond berikutnya. Terdengar sangat menarik bukan?

Yess menjadi sangat menarik bagi kita yang tinggal di negara dengan warga mayoritas muslim menyaksikan serial dengan karakter utama sebagai representasi komunitas muslim. Walau Shah sesungguhnya tak bisa dibilang muslim taat. Ia tak segan berciuman hot dengan lawan mainnya di sebuah film, tak berpuasa saat bulan Ramadhan dan membuat kekacauan besar saat perayaan Idul Fitri di tengah-tengah komunitasnya.

Bait mencampurbaurkan humor satir, isu rasisme,krisis eksistensialisme, komentar sosial hingga bagaimana sesungguhnya industri film bekerja dan melihat para aktor non kulit putih berjuang. Karena dilontarkan dalam konteks komedi, meski sentilannya kadang terasa keterlaluan, kita tetap bisa menikmati Bait dan menertawakannya.

Apa yang disajikan dalam Berat terasa nyata dan tulus bisa jadi bukan saja karena observasi serius yang dilakukan tim penulis skenario namun juga karena Riz yang jadi kreator mengalaminya sendiri. Hingga hari ini kita tahu masih tak cukup banyak peran untuk aktor kulit berwarna di industri film Inggris dan Amerika. Karenanya menjadikan audisi James Bond sebagai pijakan awal film ini tak saja sebuah langkah cerdas namun juga adalah sebuah kritik yang sesungguhnya cukup pedas.

Sebagaimana kita di Indonesia, peran keluarga masih sangat penting dalam kehidupan Shah. Maka kita melihat bagaimana ia berjibaku dengan harapan untuk mengangkat karirnya yang stagnan sekaligus bisa membanggakan keluarganya. Jadinya memang kita merasa dekat dengan apa yang dialami Shah karena kedekatan budaya/tradisi.

Dan tentu saja setelah Bait kita berharap semakin banyak serial dari dunia Barat yang memotret representasi kaum muslim. Dan bolehkah kita juga berharap kelak ada aktor muslim yang terpilih menjadi James Bond berikutnya?

Video Terkait: