Tahun 2016. Penyanyi jalanan, Mike Yung, menjalani hari-harinya seperti biasa. Ia mudah ditemukan di sekitar pelataran stasiun subway jurusan Broadway-Lafayette. Tak ada yang luar biasa di hari itu hingga Mike melantunkan lagu legendaris, Unchained Melody.
Mike membawakan lagu itu sepenuh hati seakan lagu itu diciptakannya sendiri. Dan semesta menunaikan tugasnya. Seseorang merekamnya dan mengunggahnya di internet dan 2 juta orang menyaksikannya dalam sekejap.
Tapi orang tak tahu Mike sudah menekuni dunia menyanyi sejak usia 15 tahun. Di tahun 1975 ia beroleh kontrak rekaman. Tapi tak ada yang terjadi hingga penampilannya di subway yang menuntunnya kembali masuk ke dunia rekaman diawali dengan jadi semifinalis di program America’s Got Talent musim ke-12. Perjalanan panjang itu berujung ke penampilan memikat Mike di film pendek The Singers yang baru saja beroleh piala Oscar.
Film yang hanya berdurasi 18 menit itu menampilkan musik dengan kekuatannya yang beragam. The Singers memperlihatkan betapa musik bisa mengisi hati dan jiwa-jiwa yang sepi, bisa berbicara dalam bahasa universal dan bisa menyatukan orang-orang dengan beragam masalah dan beban yang berada di pundak mereka.
Berlatar di sebuah bar yang terkesan suram dan kumuh, kita diajak sutradara Sam A. Davis untuk melihat bagaimana laki-laki kelas pekerja menghabiskan malam-malam yang seringkali terasa panjang. Mereka mengobrolkan apa saja, sesekali dengan nada tinggi namun banyak di antara mereka yang hanya terdiam dalam keremangan lampu bar. Terasa aura pesimisme berhamburan di udara beradu dengan bunyi botol dan gelas-gelas bir. Tak ada harapan yang melintas yang akan mengubah hari-hari mereka keesokan harinya.
Melihat suasana menekan yang tampak putus asa membuat bartender mengajukan taruhan. Siapa yang bisa bernyanyi paling baik akan beroleh uang 100 dollar dan minuman gratis. Di tahap ini musik mulai menjalankan sihirnya dan memberi keberanian pada lelaki-lelaki itu untuk mempertunjukkan kebolehannya. Dan kita melihat musik mentransformasi suasana. Musik mendorong mereka yang seringkali diremehkan itu menemukan suaranya. Suara yang seringkali tak terdengar, tertindas oleh jaman dan keadaan. Dan kita melihat betapa emosionalnya momen-momen itu.
Dengan premis yang sangat sederhana mau tak mau Sam memang mesti percaya penuh pada kekuatan musik. Maka selain merekrut Mike Yung sebagai pemain, ia juga menampilkan musisi folk-blues, Chris Smither. Dan hasilnya adalah tontonan film yang tak saja melodius namun meninggalkan kehangatan di hati.
Dan sayup-sayup kita mendengar ujaran Plato dari sebuah masa yang sangat jauh namun masih relevan hingga hari ini. “Musik gives a soul to the universe, wings to the mind, flight to the imagination and life to everything.”


![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)



LEAVE A REPLY