Home SERIAL Taylor Sheridan di Antara Dunia Keras-Kasar Ala Western

Taylor Sheridan di Antara Dunia Keras-Kasar Ala Western

Serial Landman [2024] - Tayang di Prime Video

21
0
SHARE
Taylor Sheridan di Antara Dunia Keras-Kasar Ala Western

Tahun 2015. Kate Mercer dan rekan-rekannya dari FBI melakukan penyerbuan ke salah satu rumah yang diduga menjadi markas bandar narkoba. Dan setelahnya kita menyaksikan teror psikis yang membuat kita syok. Ada banyak sekali ditemukan mayat terbungkus plastik di dinding-dinding rumah tersebut.

Begitulah Denis Villenueve membuka film Sicario dengan menegangkan. Dan membuat saya ingin tahu siapa yang menulis skenario film tersebut.

Sejak itu saya mulai memperhatikan karya-karya dari Taylor Sheridan yang menulis skenario Sicario. Dua tahun setelahnya Taylor beroleh nomine Oscar pertamanya melalui film High or Hell Water.

Tapi publik bisa jadi baru mengenal nama Taylor secara luas saat serial Yellowstone dirilis di tahun 2018. Di Yellowstone, Taylor merangkap tak sekedar menulis skenario namun juga menjadi kreator sekaligus menyutradarai 12 episode dari 53 episode yang mengudara sepanjang tahun 2018-2024. Sekaligus Yellowstone juga mengukuhkan ciri khas Taylor: konsisten menyajikan dunia keras-kasar ala Western.

Kekhasan itu kembali diulangnya dalam serial Landman yang tayang di Prime Video. Tak sekedar menyajikan dunia keras-kasar ala Western, Taylor juga mengajak kita melihat dari dekat bagaimana sektor perminyakan beroperasi di Texas. Dengan detil-detil yang tampak betul hasil dari observasi serius, Taylor membuat kita bisa menjejakkan kaki di dunia yang sebelumnya tak banyak diekspos dalam film.

Serial Landman berfokus pada karakter utama bernama Tommy Norris [dimainkan dengan enerjetik oleh nomine Oscar, Billy Bob Thornton]. Kita melihat bagaimana keruwetan yang dialami Tommy setiap hari dalam mengelola sejumlah kilang minyak. Tommy selalu berhadapan dengan risiko kecelakaan yang mengancam nyawa, mafia yang juga tak segan melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya dan bos yang tampak serakah ingin terus ekspansi usaha dengan pengeluaran seminim mungkin.

Kita juga melihat bagaimana Tommy jumpalitan mengurus keluarganya dimulai dari anak laki-lakinya yang tengah merintis karir dan bekerja padanya, anak perempuan yang sedang puber dan selalu menjadi incaran laki-laki dan mantan istri nan seksi yang selalu membuat hidup Tommy lebih kompleks dari yang seharusnya. Tak hanya plot berlapis yang terjalin menarik yang menjadi kekuatan dari Landman namun juga terletak pada dialog keras-kasar-berisi. Coba simak dialog dalam sekali tarikan napas yang dilontarkan Tommy.

“Do you have any idea how much diesel they have to burn to mix that much concrete? Or make that steel and haul this s*** out here and put it together with a 450-foot crane? You want to guess how much oil it takes to lubricate that f***ing thing? Or winterize it? In its 20-year lifespan, it won't offset the carbon footprint of making it.

And don't get me started on solar panels and the lithium in your Tesla battery. And nevermind the fact that if the whole world decided to go electric tomorrow, we don't have the transmission lines to get the electricity to the cities. It'd take 30 years if we started tomorrow. And, unfortunately, for your grandkids, we have a 120-year petroleum-based infrastructure. Our whole lives depend on it.

And, hell, it's in everything. That road we came in on. The wheels on every car ever made, including yours. It's in tennis rackets and lipstick and refrigerators and antihistamines. Pretty much anything plastic. Your cell phone case, artificial heart valves. Any kind of clothing that's not made with animal or plant fibers. Soap, f***ing hand lotion, garbage bags, fishing boats. You name it. Every f***ing thing. And you know what the kicker is? We're gonna run out of it before we find its replacement.”

Dan tentu saja dialog-dialog tak bakal “nendang” jika tak dilontarkan oleh aktor dengan attitude yang pas. Maka susah rasanya membayangkan jika sosok Tommy Norris tak diperankan Billy. Kita melihat usia telah membuatnya lebih bijak dan tak sembrono dalam mengambil keputusan namun kita juga tahu ia bisa bertindak yang tak disangka jika diperlukan.

Setelah Yellowstone dan Landman, masihkah kita meragukan kapasitas Taylor meracik serial berkualitas?

Video Terkait: