Tahun 2022. Malang betul nasib Gusti Ayu Dewanti yang lebih dikenal publik sebagai Dea OnlyFans. Setelah menjadi viral karena diundang sebagai bintang tamu di podcast yang diasuh Deddy Corbuzier, ia malah ditangkap polisi atas tuduhan pornografi. Di podcast tersebut, Dea bercerita soal pendapatan besar yang diraupnya dari layanan konten berlangganan yang berbasis di London, Inggris, itu.
Pada 17 November 2022 hakim mengetuk palu atas Dea dengan pidana penjara 10 bulan dan membayar denda 300 juta subsider 2 bulan kurungan. Kabarnya saat menerima putusan tersebut, Dea tengah hamil 5 bulan.
OnlyFans adalah platform dan aplikasi online yang dibuat pada 2016. Di platform tersebut, orang-orang dapat membayar konten (foto dan video, streaming langsung) melalui keanggotaan bulanan. Konten terutama dibuat oleh YouTuber, pelatih kebugaran, model, pembuat konten, tokoh masyarakat untuk memonetisasi profesi mereka. Para kreator konten nantinya bisa mendapatkan uang dari biaya langganan para pengguna. Namun, citra layanan ini belakangan menjadi kurang baik. Hal ini dikarenakan adanya kreator yang terang-terangan menjual konten berbau pornografi di OnlyFans.
Mau tak mau apa yang dialami Dea mengingatkan saya pada apa yang dialami Margo dari serial Margo’s Got Money Troubles yang tayang di Apple TV. Serial yang diadaptasi dari novel laris karya Rufi Thorpe itu dipublikasikan pada 11 Juni 2024. Begitupun dalam salah satu wawancaranya, Rufi mengaku bahwa ia menulis novelnya itu saat pandemi melanda seluruh dunia. Jika tidak, saya bisa sangat curiga jangan-jangan Rufi terinspirasi dari kisah Dea.
Sebagaimana judulnya Margo’s Got Money Troubles mendasarkan ceritanya pada karakter utama bernama Margo, seorang mahasiswi yang dihamili oleh profesor sastranya, Mark. Margo yang lahir dari keluarga disfungsional memilih untuk mempertahankan kehamilannya meski tahu ia akan mendapat banyak masalah karenanya. Dalam cerita yang bergerak cepat kita bisa melihat bagaimana Margo yang hidup serba bebas akhirnya terkekang oleh anak hasil dari hubungan gelapnya dengan seorang pria beristri. Margo yang digambarkan cerdas tahu betul konsekuensi apa yang akan ditanggungnya kelak.
Margo juga lahir dari hubungan di luar nikah ibunya, Shyanne [diperankan dengan magnetik oleh Michelle Pfeiffer] dengan ayahnya yang seorang pegulat profesional, Jinx. Sub-plot hubungan ibunya dengan calon ayah tirinya, seorang pendeta bernama Kenny, ditambah sub-plot ayahnya yang baru keluar dari panti rehabilitas ketergantungan narkoba justru memperkuat cerita ini. Margo tak berjuang sendirian membesarkan putranya, masih ada ibunya yang menyayanginya dengan caranya sendiri dan ayahnya yang mencoba menebus rasa bersalahnya.
Yang menarik dari serial 8 episode ini adalah bagaimana karakter utama dengan kehidupan kacau balau dengan keputusan yang nyaris terus menerus salah bisa tetap membuat penonton bersimpati padanya. Kreator David E Kelley memproyeksikan karakter utama sebagai Gen Z dengan segala keterusterangan, kegalauan dan segala overthinking yang menjadi menu mereka sehari-hari. Proyeksi ini membuat kita dekat dengan karakter Margo, bisa jadi juga karena pemeranan luar biasa dari Elle Fanning yang baru saja beroleh nomine Oscar tahun ini. Sebagai salah satu produser eksekutif [bersama kakaknya, Dakota Fanning] dan sebagai pemeran utama, Elle tampil habis-habisan. Tak terhitung berapa banyak ia tampil telanjang, memperlihatkan putingnya saat menyusui Bodhi hingga saat ia bertemu Only Fans yang dinilainya akan menyelamatkan keuangannya yang porak poranda. Tapi di luar keberanian fisik, Elle justru berani tampil jelek dan apa adanya sebagaimana perempuan yang tengah hamil dan menyusui. Susah untuk tak memperkirakan peran Elle kali ini tak direkognisi ajang penghargaan sebesar Emmy Awards hingga Golden Globe.
David menyatukan ensemble cast yang susah untuk tak menarik perhatian. Dari Elle, Michelle hingga Nick Offerman yang menjadi Jinx juga bukan aktor sembarangan. Kombinasi ketiganya membuat kita bisa menikmati dinamika hubungan antara ayah yang lama menghilang dengan putrinya, ibu yang selalu ada namun tak pernah benar-benar hadir dengan putrinya dan hubungan cinta-benci antara pasangan yang telah lama bercerai. Plus di serial ini juga ada aktor kaliber lainnya, Greg Kinnear yang berperan sebagai Kenny.
Salah satu faktor paling menarik perhatian dari serial ini adalah bagaimana OnlyFans menjadi bagian penting dari cerita. Tapi tak sekedar menjadi penyelamat karena ternyata layanan ini juga akan menjadi sumber kekacauan baru bagi Margo. Meski tak diniatkan sebagai komedi satir namun serial ini menyindir bagaimana seringkali kita munafik dengan kebutuhan ragawi kita sementara ada orang di luar sana yang butuh tip sekedar 20 dollar dengan memperlihatkan bagian-bagian pribadi mereka hanya untuk membeli susu dan popok untuk bayinya. Kita susah untuk menghakimi sesuatu yang kita labeli sebagai pornografi sementara bagi orang lain di luar sana itu adalah satu-satunya jalan yang mereka tahu untuk bertahan.
Setelah membaca banyak hal tentang Dea OnlyFans dan mengikuti 4 episode serial ini yang sudah tayang, bisa jadi kita lebih menghargai ibu tunggal muda yang melakukan segala cara demi memberi makan anaknya, demi memiliki rumah yang layak untuk bernaung dan demi bisa bertahan hidup dari hari ke hari.
MARGO’S GOT MONEY TROUBLES
Produser: Caroline James, Jes Anderson
Sutradara: Dearbhla Walsh, Kate Herron, Alice Seabright
Penulis Skenario: David E Kelley, Keiko Green, Eva Anderson, Boo Killebrew
Pemain: Elle Fanning, Michelle Pfeiffer, Nick Offerman

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](http://resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY