Home SERIAL Setelah Diadaptasi Hingga 3 Kali, Mana Versi Man on Fire Paling Baik?

Setelah Diadaptasi Hingga 3 Kali, Mana Versi Man on Fire Paling Baik?

Serial Man on Fire [2026] - Tayang di Netflix

101
0
SHARE
Setelah Diadaptasi Hingga 3 Kali, Mana Versi Man on Fire Paling Baik?

Tahun 2005. A.J. Quinnell, nama pena dari penulis berkebangsaan Inggris bernama Phillip Nicholson, meninggal dunia. Salah satu warisan terbesarnya adalah novel yang diterbitkan pada tahun 1980 berjudul Man on Fire.

Novel itu terinspirasi dari apa yang dialaminya sendiri dalam penerbangan dari Tokyo ke Hongkong. A.J menolong seorang laki-laki tua Italia yang kaya yang terkena serangan jantung dengan memastikan agar ia dibawa ke fasilitas khusus, bukan bercampur baur di fasilitas publik. Setelah aksi itu, AJ didatangi beberapa laki-laki berpenampilan necis yang sekilas tampak seperti mafia Italia yang memberi tahu bahwa AJ bisa menghubungi mereka kapan saja jika ia butuh pertolongan apapun.

Dari novel sukses Man on Fire lantas bertransformasi menjadi film hingga serial sebanyak 3 kali. Pertama kali novel tersebut diadaptasi menjadi film dengan Scott Glenn sebagai pemeran utamanya di tahun 1987. Lantas di tahun 2004 kembali difilmkan dengan Denzel Washington sebagai pemeran utama. Dan 22 tahun setelahnya novel tersebut diadaptasi menjadi 6 episode serial yang tayang di Netflix.

Jika sebelumnya karakter utama John Creasy selalu digambarkan sebagai pemabuk maka di versi serial kreatornya mencoba menyelam lebih dalam. Kini John menjadi seorang mantan tentara yang dihantui kegagalannya saat memimpin pasukan yang menyebabkan para personilnya terbunuh. Bertahun-tahun lamanya John tenggelam dalam depresi berat. Tak terhitung berapa kali ia berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Latar belakang yang diubah sedemikian rupa ini rasanya cocok untuk serial yang memang punya ruang luas untuk eksplorasi rasa.

Juga berbeda dari 2 versi sebelumnya, kali ini John tak menyelamatkan anak orang kaya. Dalam serial ini koneksinya dibuat lebih personal. John yang perlu diselamatkan akhirnya dipekerjakan kembali oleh sahabatnya, Paul Rayburn. Lokasi cerita pun bergeser dari Italia ke Meksiko dan kini di Rio de Janeiro.

Suatu ketika, putri tertua Paul, Poe, pergi diam-diam menghadiri sebuah pesta yang diadakan teman-temannya. Jelang subuh Poe ingat bahwa sang ayah pasti akan mengeceknya ke kamarnya. Maka Poe pun lari terbirit-birit ke apartemen yang dihuni keluarganya hanya untuk membuatnya syok. Tepat ketika ayahnya memergokinya dari jauh, apartemen itu diluluhlantakkan oleh bom berkapasitas besar. John yang malam itu juga tak menginap di sana ikut selamat. Dan keduanya pun tahu bahwa pemboman ini ada hubungannya dengan aktivitas politik.

Dalam keadaan terdesak, naluri John bekerja. Ia langsung mengerahkan segala daya upayanya untuk memulangkan Poe kembali ke Amerika. Tapi tentu saja jika butuh hingga 6 episode, semuanya tak sesederhana itu bukan? Maka kita melihat bagaimana John mencoba memikul tanggung jawab sebagai ayah buat Poe sekaligus mencari jalan memulangkannya dengan aman.

Begitupun meski mencoba melakukan sejumlah detil-detil adaptasi yang diperlukan sesuai kebutuhan penonton hari ini, meski aksi-aksi yang dihadirkan tak sekedar seru namun juga berkesan heroik, namun terasa betul campur tangan Netflix membuat serial ini terasa formulaik. Tak ada upaya lebih jauh menggali masa lalu John sekaligus melihat upaya penyembuhannya di tengah aksi penyelamatannya, juga tak cukup upaya yang lebih terlihat untuk membuat koneksi yang lebih emosional antara John dan Poe. Mungkin memang tak bisa menyamai apa yang dilakukan Denzel dan Dakota Fanning di versi 2004 tapi paling tidak seharusnya bisa dicoba.

Yahya Abdul-Mateen II mungkin belum bisa jadi tandingan buat Denzel tapi Yahya sebelumnya juga meyakinkan kita di serial Wonder Man. Di serial itu Yahya adalah pilihan paling tepat memerankan aktor yang tengah berjuang dengan rahasia besar yang didekapnya erat. Bedanya di serial ini Yahya diperkenankan menjadi manusiawi meskipun sesungguhnya karakternya adalah superhero. Di Man on Fire justru Yahya seperti dipaksa betul menjadi superhero dibanding menjadi manusia dengan segala luka dan traumanya.

Jadi versi mana yang lebih baik? Versi film tahun 1987, versi film tahun 2004 atau versi serial 2026? Coba nonton semuanya dan bandingkan seobyektif mungkin dan dari sini mungkin kita juga bisa melihat mengapa Hollywood merasa perlu mengadaptasinya hingga 3 kali.

Video Terkait: