Home FILM Kadang Hidup Adalah Komedi dan Jadi Komedian Adalah Terapinya

Kadang Hidup Adalah Komedi dan Jadi Komedian Adalah Terapinya

Film Is This Thing On? [2025] - Tayang di Disney Plus

37
0
SHARE
Kadang Hidup Adalah Komedi dan Jadi Komedian Adalah Terapinya

Tahun 2000. Seorang karyawan perusahaan farmasi, John Bishop, melihat nanar pernikahannya yang berada di ujung tanduk. Stres dengan apapun yang bisa terjadi di hidupnya kelak, ia malah masuk ke sebuah klub komedi di Manchester, Inggris.

Demi menghindari biaya masuk sebesar 4 poundsterling yang dikenakan klub itu, John memberanikan diri mendaftarkan namanya untuk tampil di panggung. Seumur hidup tak sekalipun ia tampil di depan orang banyak dengan tanggung jawab untuk membuat orang tertawa. Ia merasakan kegugupan luar biasa hingga akhirnya ia tak bisa menghindar ketika namanya dipanggil. Dan dari sanalah cerita di film Is This Thing On? berawal.

Kisah John yang luar biasa betul-betul terjadi dan diadaptasi oleh trio penulis skenario, Bradley Cooper, Will Arnett dan Mark Chappell. Tapi nama John diubah menjadi Alex Novak, sejumlah dramatisasi dilakukan namun tidak mengubah intisari cerita tentang “pernikahan kembali”.

Bayangkan kamu adalah Alex. Punya pekerjaan mapan di sektor keuangan, dengan hidup nyaman, punya istri cantik dengan dua anak laki-laki ganteng. Dari luar hidup mereka sempurna. Hingga suatu hari, di adegan pembuka film, Tess, istrinya, bilang bahwa semuanya sudah berakhir. That’s it. Tidak ada dramatisasi berlebihan. Percakapan itu dilakukan saat keduanya menggosok gigi sebelum tidur. Dan tiba-tiba dalam sekejap Alex merasakan dunianya runtuh.

Bayangkan kamu adalah Alex dalam situasi ini. Kamu tak pernah membayangkan akan bercerai. Kamu tak punya persiapan apapun jika itu terjadi. Mungkin kamu tak sekedar gelagapan. Mungkin kamu merasa seketika hidupmu gelap. Mungkin kamu melarikan dirimu ke narkotika, judi, perempuan dan apapun hal yang bisa terpikirkan. Disinilah menariknya skenario film ini. Nyaris tak ada dramatisasi berlebihan yang dilakukan yang biasanya terjadi pada film yang mengangkat soal drama rumah tangga. Hidup terus berjalan, Alex terus bekerja meski harus pindah ke sebuah apartemen yang tak seberapa luas dan tak punya waktu untuk menangisi nasib buruk yang menimpanya.

Seperti Charlie Chaplin pernah bilang dilihat dari jauh hidup seperti komedi namun jika dilihat dari dekat malah seperti tragedi. Mungkin Alex merasakan hal serupa. Dan seperti belum cukup lucu, hidup membuatnya kecemplung ke dunia stand-up comedian. Tanpa sengaja. Terjadi begitu saja. Seperti juga perceraiannya.

Is This Thing On? dituturkan oleh Bradley yang kini duduk di kursi sutradara secara mentah dan karenanya terasa jujur. Sebagaimana minimnya dramatisasi, pergerakan kamera yang sebagian diantaranya dioperasikan sendiri oleh Bradley juga tak mencoba menampilkan segala sesuatu lebih indah dari seharusnya. Filmnya memang terasa lebih independen, lebih eksploratif namun sekaligus lebih filosofis yang sangat berbeda dari dua karya Bradley sebelumnya, A Star is Born [2018] dan Maestro [2023].

Is This Thing On? juga terasa jujur berkat penampilan Will Arnett yang kuat secara dramatik sebagai Alex. Ia tak pernah mencoba melucu di luar penampilannya di panggung yang seringkali justru terasa getir dibanding lucu. Kita terkoneksi dengan ketakbahagiaannya, kekhawatirannya, ketakutannya dan keterampilannya untuk menyembunyikan semuanya.

Bayangkan kamu sebagai Alex. Jika hidup memberimu jeruk, apakah kau akan mengubahnya menjadi sirup? Dan jika hidup memberimu cobaan, apakah kau bisa mengubahnya menjadi komedi?

Video Terkait: