Home FILM Di Tokyo Brendan Fraser Jadi Teman Bagi Sepi

Di Tokyo Brendan Fraser Jadi Teman Bagi Sepi

Film Rental Family [2025] - Tayang di Disney Plus

37
0
SHARE
Di Tokyo Brendan Fraser Jadi Teman Bagi Sepi

Tahun 2024. Sebuah penelitian di Jepang mengonfirmasi hal tentang kesepian yang sudah diyakini selama beberapa lama. Kesepian di Jepang sudah dianggap perkara serius dan menjadi krisis sosial yang mempengaruhi sekitar 39% warganya.

Mengapa kesepian di Jepang terasa begitu menonjol? Hal ini dipicu setidaknya oleh 3 faktor utama: kecenderungan hidup individual, tekanan kerja yang terus meningkat dan populasi yang semakin menua. Kesepian di Jepang juga melahirkan sejumlah fenomena mulai dari Hikikomori [menarik diri dari dunia luar dengan berdiam di kamar], Solokatsu [melakukan segala sesuatu seorang diri] hingga yang paling ekstrim, Kodokushi [mati dalam kesepian].

Sutradara Hikari bisa jadi resah dengan fenomena itu dan memanfaatkan medium yang paling dipahaminya untuk mengkomunikasikan hal ini ke masyarakat luas. Maka Rental Family bukan saja adalah sebuah kritik sosial namun ia juga menjadi sebuah refleksi tentang apa yang terjadi di masyarakat Jepang hari-hari ini.

Maka Hikari mengajak kita bertemu Philip [diperankan dengan emosional oleh Brendan Fraser]. Philip adalah seorang aktor asal Amerika yang menjadikan Tokyo sebagai rumah barunya. Ia bisa berbahasa Jepang dengan baik namun tentu saja masih gelagapan dengan budaya Jepang. Di apartemennya, kita melihat Philip menjalani hidupnya seorang diri. Tanpa teman bahkan tanpa binatang peliharaan. Tokyo yang modern dan tertata rapi ternyata juga terasa begitu dingin dan mencekam bagi orang asing sepertinya. Tapi ternyata kesepian itu bukan miliknya seorang.

Takdir mempertemukannya dengan Tada di sebuah pemakaman. Tada adalah pemilik agensi Rental Family, jenis usaha unik namun terasa relevan bagi masyarakat modern. Semua orang bisa menggunakan agensi ini sesuai kebutuhannya. Suatu kali ia harus berpura-pura untuk menjadi pengantin pria dari perempuan lesbian. Kali lain ia harus menjadi seorang ayah demi bisa mendaftarkan seorang anak perempuan ke sekolah favorit. Di saat bersamaan ia juga disewa untuk menjadi jurnalis demi menemani seorang aktor pensiunan.

Akting adalah sesuatu yang dikuasai para aktor seperti Philip. Tapi memainkannya tanpa skenario di kehidupan nyata? Sama sekali bukan sesuatu yang bisa diantisipasinya. Namun sebagai seorang aktor yang baik, Philip harus beradaptasi demi kepuasan klien. Tapi di satu titik, Philip sadar bahwa ia juga manusia yang punya rasa. Maka beberapa hal terjadi di luar kendali dan membuat Philip berada di posisi sulit.

Oleh Hikari dan Stephen Blahut yang menulis skenarionya, kita diajak masuk ke sisi-sisi paling humanis dari seorang manusia. Skenario memberi kita kesempatan untuk memahami apa yang dirasakan Philip, apa yang menurutnya harus dilakukannya dan apa yang selalu membuatnya gundah saat menyelesaikan tugasnya. Skenario juga memberi ruang bagi kita untuk melihat Philip dan karakter-karakter lainnya saling mengerti dan memahami bahwa pekerjaan ini selayaknya tak dilihat sebagai tugas namun juga ada tanggung jawab lebih didalamnya. Philip tak bisa membayangkan perannya sebagai ayah bisa menghancurkan anak perempuan bernama Mia yang baru saja dikenalnya itu.

Setelah beroleh piala Oscar dalam perannya yang mengesankan di The Whale [2023], tentu saja kita menunggu peran berikutnya seperti apa yang akan dimainkannya. Dan meski bukan film berbiaya besar rasanya pilihan Brendan bermain di Rental Family adalah pilihan tepat. Selain skenarionya yang ditulis dengan menarik, karakter yang diperankan hingga isu besar film ini membuat film ini layak masuk dalam filmografi Brendan. Dan di tangan seorang aktor kaliber, peran yang sekilas tampak sederhana ini bisa tampil begitu kompleks sekaligus melankolik. Brendan tak perlu memperhatikan akting berlebihan untuk memperlihatkan sosoknya yang kesepian, pun kita bisa melihat di matanya betapa perannya menjadi aktor bagi sejumlah keluarga mengubah pandangannya akan sejumlah hal. Termasuk melihat kembali hubungannya dengan orangtuanya terutama sang ayah yang menjadi orang asing baginya hingga akhir hayatnya.

Tak hanya di Tokyo, di Jakarta pun kesepian mulai melanda. Namun jangan sampai ia menjadi krisis sosial yang membuat kita bisa bertemu semakin sering dengan orang-orang seperti Philip.

Video Terkait: