Tahun 2011. Pertama kalinya saya terlibat di produksi film panjang/bioskop sebagai salah satu produser. Dan di tahun yang sama anak pertama saya lahir.
Setelahnya saya tenggelam mengejar karir dari satu film ke film berikutnya. Dan banyak sekali momen dalam hidup saya yang seringkali membuat saya lupa bahwa hidup saya sudah berubah karena sudah punya anak. Ada satu titik di mana saya merasa bersalah dengan segala kesibukan saya dan merasa tak banyak membuat kenangan dengan anak saya.
Di dunia yang sama, dunia film, dan di usia yang sudah tak lagi muda, aktor Jay Kelly merasa tertinggal dalam banyak hal dalam kehidupan nyata. Karirnya bersinar, ia sibuk terus menerus dan seringkali melupakan bahwa ia hidup di dunia nyata, bukan hanya di film-film yang dibintanginya. Dalam sebuah ajang penghargaan untuknya, ia merasa sedih karena kenangan demi kenangan yang diukirnya hanya ada pada film-film yang diperankannya.
Ketika berakting di depan kamera, Jay Kelly bisa meminta sutradara untuk mengulang adegan yang dirasakannya tak maksimal. Tapi di belakang kamera ketika lampu-lampu berhenti menyorotnya, ia tak bisa meminta siapapun untuk mengulang hidupnya. Karenanya Jay ingin, meski mungkin terlambat, membuat kenangan bersama putri bungsunya.
Dengan premis sedemikian sulit bagi saya untuk tak merasa terhubung dengan film garapan Noah Baumbach ini. Saya melihat bagian dari diri saya di sosok Jay Kelly yang ingin membayar penyesalannya, membayar kesibukannya dan membayar segala hal yang tertinggal. Selalu ada harga dari sebuah mimpi dan ambisi. Dan kita mungkin sudah menjadi aktor cemerlang sekaligus ayah yang baik.
Di tangan George Clooney, kita melihat Jay Kelly seperti sosok nyata. Kita melihat kekikukannya ketika berhadapan dengan putri sulungnya yang menjauh darinya. Kita melihat kegagapannya ketika mencoba perannya sebagai seorang ayah. Dan kita melihat karismanya ketika berada di tengah kerumunan massa yang mengelu-elukan namanya.
George beruntung karena dipasangkan dengan sesama aktor kaliber. Adam Sandler yang mengagumkan di Punch-Drunk Love [2022] bermain sebagai Ron, manajernya dan Laura Dern yang beroleh piala Oscar dari Marriage Story [2020] [yang juga dibesut Noah] berperan sebagai Liz, publisisnya. Dinamika ketiganya sangat menarik dilihat seperti menonton masterclass acting. Ketiganya pun saling memberi ruang agar ketiganya bersinar, bukan salah satu menutup cahaya bagi yang lain.
Sesungguhnya film pun adalah upaya menciptakan kenangan kolektif. Tapi bagi Jay Kelly, kenangan adalah sesuatu yang privat. Penonton filmnya akan punya kenangan tersendiri sebagaimana ia juga ingin punya kenangan istimewa dengan anak-anaknya.


![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)



LEAVE A REPLY