Tahun 2001. Setelah dikenal luas berkat perannya dalam sejumlah komedi romantis, Julia Roberts membuat pertaruhan dalam karirnya. Sebuah pertaruhan yang kelak membuatnya beroleh piala Oscar.
Pertaruhan dilakukan Julia saat menerima tawaran Steven Soderbergh untuk memainkan peran dari kehidupan nyata bernama Erin Brockovich. Erin adalah seorang ibu tunggal yang menemukan fakta seputar pencemaran lingkungan dan akhirnya berhasil membujuk para keluarga terdampak untuk melakukan class action.
Sejak itu kita melihat Julia semakin berani mengambil risiko terkait peran-peran yang akan dimainkannya. Ia tak lagi mengambil langkah aman dan menerima peran-peran kompleks. Tapi bisa jadi perannya dalam film After the Hunt garapan Luca Guadagnino adalah salah satu peran paling berani yang dimainkannya.
Di sini Julia menjadi seorang profesor filsafat bernama Alma Imhoff. Di tengah kehidupannya yang adem ayem, sebuah peristiwa menyeret dirinya. Rekan kerjanya, Hank Gibson, dituduh oleh mahasiswinya, Maggie Resnick, melakukan kekerasan seksual. Dalam situasi terjepit, Alma juga disudutkan karena dianggap tak menempatkan diri dengan jelas.
Dan sebelum peristiwa kekerasan seksual itu terjadi, Maggie menemukan klipping koran yang mengungkap rahasia masa lalunya. Siapa sangka rahasia masa lalu itu ternyata terkait dengan apa yang dialami Maggie sekarang.
Di atas kertas After the Hunt tak sekedar punya premis menarik namun sekaligus juga relevan. Hari ini kekerasan seksual dilaporkan di banyak tempat dan seringkali pelakunya lolos begitu saja. Apalagi jika pelaku dianggap punya kedudukan tinggi dalam masyarakat yang membuatnya seperti tak terjamah. Relasi kuasa terjadi dan kita tahu korban seringkali tak bisa berkutik apalagi bersuara. Di Amerika sejak momentum #MeToo merebak, publik makin familiar sekaligus takut waspada dengan peristiwa sejenis.
Sayangnya memang After the Hunt tampak terlalu ambisius membicarakan berbagai hal. Jika saja ia fokus pada soal kekerasan seksual dan bagaimana orang-orang dalam semesta cerita ini menyikapinya, bisa jadi kita akan mendapatkan gambaran lebih komprehensif mengenainya. Salahkan skenario yang ditulis Nora Garrett yang tampak ngalor ngidul dan seringkali tak fokus. Salahkan juga Luca Guadagnino yang sebelumnya cemerlang dengan Call Me By Your Name [2017] dan Challengers [2024]. Sebagai sutradara seharusnya Luca sudah bisa melihat kapasitas skenario sebelum melakukan pengambilan gambar.
Sayang betul karena After the Hunt punya duet memikat dari Julia dan Andrew Garfield. Sebagai aktor Andrew juga terus menantang dirinya mengambil peran-peran sulit. Sebagai Hank, Andrew mesti memperlihatkan bagaimana ia menyikapi dirinya, dampaknya dan terutama soal moral dan tanggung jawabnya. Tapi ia juga membenturkan dirinya dengan Alma dan membuatnya merasa punya andil atas peristiwa kekerasan seksual. Namun pertanyaan yang selalu muncul setiap peristiwa kekerasan seksual mencuat adalah siapa yang akan dipercaya? Korban atau pelaku?


![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)



LEAVE A REPLY