Home FILM Ella McCay, 34 Tahun, Gubernur

Ella McCay, 34 Tahun, Gubernur

Film Ella McCay [2025] - Tayang di Disney Plus

60
0
SHARE
Ella McCay, 34 Tahun, Gubernur

Tahun 2025. Seorang bintang politik mencuat ke publik karena sebuah kecelakaan.

Alkisah Benny Laos, yang maju sebagai calon Gubernur Maluku Utara mengalami kecelakaan. Dalam suasana duka dan di tengah keterbatasan waktu, istrinya, Sherly Tjoanda, maju menggantikannya. Dan pada 20 Februari 2025 dalam usia 43 tahun, Sherly dilantik sebagai Gubernur.

Di belahan bumi ribuan kilometer jauhnya ada pengalaman yang mirip walaupun ini cerita fiksi. Seorang perempuan bernama Ella McCay juga dilantik sebagai Gubernur di usia yang baru 34 tahun karena sebuah kebetulan. Gubernur sebelumnya terpilih masuk kabinet dan Ella yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur maju menggantikannya.

Dan dimulailah petualangan singkat Ella sebagai Gubernur. Di tangan James L Brooks, peraih 3 piala Oscar dari film Broadcsst News [1987], terasa betul sentuhan komedi klasik yang kental. Rasa nostalgia seketika muncul meski film Ella McCay berlatar tahun 2008 saat Amerika dilanda resesi. Rasa nostalgia yang rasanya mirip seperti ketika kita menyaksikan feel-good movies racikan James yang klasik seperti  Jerry Maguire [1997] dan As Good As It Gets [1998].

Dalam cerita yang dituturkan saling-silang antara masa lampau dan hari ini, kita melihat Ella sudah berjuang sejak masih remaja. Di usia 16 tahun keluarganya pecah berantakan karena sang ayah berselingkuh. Tak lama kemudian ibunya meninggal dan adik satu-satunya, Casey, dikirim ayahnya ke sekolah militer.

Tapi Ella punya bibinya, Helen, yang sangat mencintainya dan selalu mendukungnya dalam kondisi apapun. Ella juga punya mimpi-mimpi yang selalu membuatnya bersemangat untuk bangun di pagi hari. Dengan cara yang menakjubkan, di tengah keluarga disfungsional, Ella bisa bertumbuh dan pelan-pelan bisa menggapai impiannya.

Tapi kadang musuh terbesar kita memang diri kita sendiri. Ella terlihat terlalu idealis untuk ukuran politisi manapun. Ia nyaris tak mau kompromi dan keras kepala dalam memperjuangkan apa yang menurutnya dibutuhkan oleh para pemilihnya. Ia selalu menjadi orang terpintar dalam ruangan dan hampir selalu membuatnya justru tak disukai. Sedikit banyak karakter Ella mengingatkan kita pada sosok Jane di film James puluhan tahun silam, Broadcast News.

Musuh terbesar Ella juga adalah salah memilih suami. Sejak awal, entah dengan insting dari mana, bibinya selalu bilang “suamimu adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja”. Dan saat Ella menjadi Gubernur, bom itu akhirnya meledak, nyaris membuat Ella hancur berkeping-keping.

Saya tak pernah membayangkan drama komedi berlatar dunia politik bisa disajikan secair dan seenteng ini. Tapi faktor cair dan enteng ini pula yang membuat sejumlah media menganggap film ini terkesan berantakan dengan karakter yang inkonsisten. Padahal film berlatar politik tak selalu harus serba serius juga bukan? Bisakah kita menikmati film ini sebagai komedi dan meminggirkan elemen politiknya?

Tapi kita tak bisa meminggirkan Emma Mackey sebagai faktor utama yang membuat kita betah mengikuti petualangan Ella hingga selesai. Emma tampak natural dalam kemasan komedi dan terasa seperti James mencoba melahirkan Sandra Bullock yang baru. Kita lupa pernah melihatnya selama empat musim di serial kontroversial Netflix, Sex Education.

Di tengah kondisi politik serba semrawut, kehadiran Sherly sebagai Gubernur dengan mudah mengundang perhatian. Kita melihat bagaimana ia turun dan berbaur di tengah masyarakat dan mendengarkan keluh kesahnya. Sama seperti Ella yang mungkin kelemahannya sebagai Gubernur cuma satu: karena ia perempuan.

Video Terkait: